Jumat, 07 Agustus 2015

PANTUN MEMPELAM TUMBUH DI PULAU karya : Marah Rusli

(pantun berbalas)

 

+ Mempelam tumbuh di pulau

patah sedahan dijatuhkan

Semalam ini kita bergurau

esok Adik kutinggalkan

 

-  Berlayarlah ke pulau bekal

nakhoda makan bertudung saji

Sambutlah salam adik yang tinggal

selamat Kakanda pulang pergi

 

   Ribu-ribu di pinggir jalan

   tanam di ladang kunyit temu

   Jika rindu pandanglah bulan

   di situ cinta dapat bertemu     

 

+ Kapal kembali dari Jawa

masuk kuala Inderagiri

Tinggallah Adik tinggallah nyawa

besok kakanda akan pergi

 

-  Berbunyi gendang di Pauh

orang menari di halaman

Sungguh Kakanda berjalan jaun

hilang di mata di hati jangan        

 

Meletus gunung dekat Bantan

terbenam pulau dekat Jawa

Cinta jangan diubahkan

jika putus, sambungkan nyawa

 

+ Jika hari, hari Jumat

haji memakai baju jubah

Walaupun hari akan kiamat

cinta di hati jangan berubah

 

   Jika Perak kerani Keling

berlayar tentang Tapak Tuan

Putih gagak hitamlah gading

tidak putus cintakan Tuan

 



=MARAH RUSLI=

(dalam bab V. Samsul Bahri berangkat ke Jakarta)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar