Kamis, 06 Agustus 2015

NYANYIAN SEORANG PETANI MUDA karya : Budiman S. Hartojo

Aku sekarang duduk di pematang

memandang jauh hari depan mengambang di awan

Aku sekarang termenung di rumputan

menatap hijau padang, burung dan ilalang

 

Hari sudah tinggi dalam tikaman terik matahari

hari sudah larut dalam kerja sehari-hari

Anak-anak gembala menyanyikan lagu derita desanya

lembu dan kerbau bekerja dan makan seenaknya

 

Aku sekarang di sini menanti kiriman makan siang

dari pacarku yang sederhana, pelan berlenggang di pematang

Aku sekarang terlena di sini menanti hujan tercurah

dari langit Tuhan yang katanya maha pemurah

 

Hari pun kian larut buat bersenda dan berpacaran

hari sudah terlambat buat mengeluhkan nasib tanaman

Terlalu letih aku memikirkan kemakmuran

sedang tanaman di sawah ladang belum kunjung bermatangan

 

Aku sekarang di sini berpikir tentang perkawinan

Dan bila kawin nanti bulan depan

aku kawatirkan nasib ternakku sayang

sebab pastilah ia bakal dijual buat ongkos peralatan

 

Hari makin senja, senja makin malam

burung-burung pulang ke sarang

gembala menggiring ternak ke kandang

Beriringan mereka pulang

beriringan keluh warga desa, harga kerja tak seimbang

 

Aku sekarang di sini berbicara dengan alam

yang sabar dan ramah dibelai angin lembah yang rawan

Tak kutahu adakah ia tahu

tetesan keringat dan nasib tersia kerabat desaku



 

1962

=BUDIMAN S. HARTOJO=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar