Kamis, 06 Agustus 2015

DI RUANG TUNGGU BANDAR UDARA ANTARBANGSA "SUBANG", KUALALUMPUR, SUATU SENJA karya : Budiman S. Hartojo

 

Sebentar aku pun terhenyak

ketika matahari mengusap hangat

kulit wajahku

"Lepaskan jaket Enchik, di sini amat panas," sambutmu

nyaring seperti suara keramahan di rumahku

(Kugenggam dendamku, kupendam rinduku

setelah lama luput dari cahaya bola matamu

yang lembut, seperti matahari mimpi

menjelang tidurnya senja hari)

 

Orang-orang pun mendadak tersentak

ketika butiran air tiba-tiba terjatuh

dari langit

yang mengawalku

"Inilah payung Tuan, mengapa tak jalan sama-sama?" serumu

sambil berlari kecil di belakangku

Kusurukkan kepalaku

lalu kurangkul pinggangmu

tanpa ragu

(Aku ingin melepas napas

persis di bawah lubang hidungmu)

Di sini seolah tiada lagi rindu

pada tanah air

Memang ada terasa damai di bawah payung kembangmu

(Mungkinkah aku tinggal di sini

barang sehari?)

 

Di ruang tunggu

tak siapa menunggu

tak siapa ditunggu

Kita duduk termangu

tak siapa kutunggu

tak siapa kautunggu

Toh terasa akrab juga pandangmu

seperti kita pernah bersahabat sejak dulu

Sebentar-sebentar engkau senyum. Mengapa

aku tak tahu. Barangkali kebiasaan beramah-ramah saja

Atau mungkin karena kautangkap gelisahku

menunggu waktu

ketika tiap sebentar kukibaskan celana

yang basah oleh hujan barusan

 

Di kursi empuk sudut sana itu

seorang kakek duduk tertidur

nafasnya bebas teratur

(sehat sekali tampaknya)

Cambang dan janggutnya lebat

putih, rapih -- memantulkan semangat

Meningatkan aku pada seorang dosen sejarah

di sebuah universitas swasta yang bangkrut

Bau harum asap tembakau

masih mengepul tipis dari pipa cangklong

di tangan kirinya

Dan di tangan kanannya

terkulai sebuah buku saku:

 

               Soekarno, A Political Biography

 

Tak ada suara di sini, kecuali

gumam kelompok di sudut itu

atau detak sepatumu bertumit tinggi

atau bisikmu

atau desah nafasmu

atau tawa kecilmu

yang tertahan

Toh gelisah itu mengusik juga, pabila

pengeras suara itu mengganggu

-- bergema

 

Maka waktu pun sampai

aku usai, engkau usai

Dan aku pun melambai

dan engkau pun melambai ...



 

1974

=BUDIMAN S. HARTOJO=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar