Sendirian memainkan gitar
memandang perbukitan menjulang
menyanyikan angin, merambah lembah dada
suara-suara lama dan percik kedamaian
terang masuki rongga telinga
air dunia menuju tenang
keruh-keruh mengendap
kerinduan silam menyeruak permukaan
menawarkan kepolosan
kanak-kanak bersajaha
dawai-dawai gitar itu
rangkaian semedi sang jiwa
merunut pengembaraan alam hijau
dari keterasingan ke dalam keterasingan
mematahkan jumawa karsa
lagu-lagu terus mengalir
ke bunga, rumputan dan petak-petak sawah
menciumi nurani di setiap bait
dan dawai senantiasa jeli mengiringi
tanpa harus dipetik lagi
Puncak, 26 Mei 2002
=BUDHI SETYAWAN=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar