Seorang anak manusia berjalan
di terik belantara kota
sampai hari siang sembunyi di balik malam
senyum mencibir kepada rembulan
semua yang di sini penipu
berpakaian kesemuan
bertopeng kepalsuan
dinding gedung pagar beton pun
rapat menyimpan rahasia
hilangnya keperawanan gadis-gadis ingusan
berita kehamilan anak sekolah
aborsi janin tak berdosa
dan cerita raibnya hati dari dalam dada
sebagian penghuni kota
keanehan dalam kenyataan
menjadi cerita yang berkepanjangan
tak usai-usai
Jakarta, 17 Agusuts 202
=BUDHI SETYAWAN=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar