Tiada kusaksikan sesuatu
Waktu aku menatap jauh kepadamu
Angin membunyikan suara tak tentu
Meraba bibirku:
Ia seolah bisikan
Ia seolah nyanyi
Sebab aku tak boleh berdusta
Maka kubilang padamu:
Ia hanyalah angin yang menyentuh bibirku belaka
(Wah. Aku sudah cemas
Kalau-kalau aku bilang itu peri
Padahal sekadar ilalang yang berayun
Sentuh-menyentuh pucuk ke pucuk).
Namun daripada kita diam
Ayo kita nyanyikan bukan dusta dari nenek moyang kita
Sir sir pong dele gosong
Sir sir pong dele gosong
Tentu bukan dusta
Sebab sebagai kata mereka:
Itulah milik kita yang sah
Yang telah diuji dan diasah oleh sejarah.
Tiada kudengar sesuatu
Waktu aku menilingkan telingaku kepadamu
Angsa-angsa berbaris di bawah bulan
Mendongak-dongakkan kepala secara serempak:
Seolah menjerit
Seolah menari
Namun
Sebab aku tak boleh berdusta
Maka kubilang padamu:
Mereka tentu tidak minta keajaiban
Dari terang bulan menuju ke hujan
(Wah. Sulaiman
Wah. Anglingdarma)
Sungguh
Tiada kudengar
Tiada kusaksikan
Riuh rendah
Karnaval topeng-topeng
(Namun toh terasa
gemuruh yang menyesak
gemerlap yang me…….
Haii!
Siapa yang paling bodoh
Copot topengmu!
Buka suaramu!
Dan tiba-tiba:
Wah!
Tuhan tersipu-sipu di muka kita
Tapi
Siapakah Dia?
=DARMANTO JATMAN=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar