Sabtu, 15 Agustus 2015

MEMANDANG PADANG ALANG-ALANG PADA SUATU MALAM karya : Darmanto Jatman

 

Tiada kusaksikan sesuatu

Waktu aku menatap jauh kepadamu

            Angin membunyikan suara tak tentu

            Meraba bibirku:

                        Ia seolah bisikan

                        Ia seolah nyanyi

 

Sebab aku tak boleh berdusta

Maka kubilang padamu:

Ia hanyalah angin yang menyentuh bibirku belaka

(Wah. Aku sudah cemas

Kalau-kalau aku bilang itu peri

Padahal sekadar ilalang yang berayun

Sentuh-menyentuh pucuk ke pucuk).

 

Namun daripada kita diam

Ayo kita nyanyikan bukan dusta dari nenek moyang kita

                        Sir sir pong dele gosong

                        Sir sir pong dele gosong

 

Tentu bukan dusta

Sebab sebagai kata mereka:

Itulah milik kita yang sah

Yang telah diuji dan diasah oleh sejarah.

 

Tiada kudengar sesuatu

Waktu aku menilingkan telingaku kepadamu

            Angsa-angsa berbaris di bawah bulan

            Mendongak-dongakkan kepala secara serempak:

                                                            Seolah menjerit

                                                             Seolah menari

 

Namun

Sebab aku tak boleh berdusta

Maka kubilang padamu:

Mereka tentu tidak minta keajaiban

Dari terang bulan menuju ke hujan

            (Wah. Sulaiman

            Wah. Anglingdarma)

 

Sungguh

Tiada kudengar

Tiada kusaksikan

Riuh rendah

Karnaval topeng-topeng

(Namun toh terasa

gemuruh yang menyesak

gemerlap yang me…….

 

Haii!

Siapa yang paling bodoh

Copot topengmu!

Buka suaramu!

 

Dan tiba-tiba:

Wah!

            Tuhan tersipu-sipu di muka kita

Tapi

Siapakah Dia?




=DARMANTO JATMAN=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar