Sabtu, 15 Agustus 2015

CORO LU! MAKI CHEF ITU PADA SANG CORO karya : Darmanto Jatman

 

gee!

ia am at mama mia restaurant now

makan pizza bersama satu dua coro yang lain:

-- umar kayam, tukang cerita, orang indonesia, dulu birokrat

     terpercaya

-- harsono tarupraceko, dr. ir. msie dari itb, orang indonesia,

     bekas priyayi surakarta

-- ronny adhikarya, junior researcher, orang indonesia, pernah

     dapat pacar cina singapura

serta

-- darmanto jt, dulu tukang bual, besok tukang bual, sekarang

     lagi membual…, namun demikian, kepadanya cuma aku

     menujukan rasa terima kasihku kerna cuma dia yang mem-

     bawaku pergi dari dunia tuaku: dunia tahi, kencing, ko-

     toran dan macet

     ke suatu dunia yang selalu mengalir, indah, dan bijak

     (aku warga w.c. hale manoa

     setelah berhari-hari berpikir dan beragu-ragu

     kuputuskan untuk melekat erat pada bahu darmanto)

 

            waw! what a wonderful world!

            what a world of color!

            what a world of song!

 

                        aku sungguh tersentak dan terribly shocked

                        pada petualangan pertamaku:

                        dewaa. dewaa. duh

                        indah betul dunia manusia!

 

(to darmanto, my savior

kuserahkan nasibku yang sebusuk kentut kera

dan biasa dimaki: bangsat! sambil dibunuh dengan semena-mena

-- aku rela

     you are my messiah, musa yang memimpin ziarahku dari

                                                                        negeri coro ke pizza)

 

wirr

i am at mama mia restaurant now

nunggui pasangan main cinta di meja seberang

gugup seperti sahabatku – rita si ratu coro – di pojok w.c. suatu hari

mendengar cumbuan pacarnya, yang serem lagi asyiik:

                                                                i’ll fuck you good sweetie

sambil tak habis menggosok-gosokkan sungutnya.

 

dengan malu aku memutar leherku di pundak darmanto

bersama-sama dia membaca plakat kaum pacifist di tembok:

--  “in case of atomic war”

     At the time you see the funguslike cloud

     please follow these instructions

     : close your window

     do your hair

     wear your black suit

     don’t forget to put on your shoes

     then, kiss your ass goodbye!

 

            diancuk!

            bukan main jenaka sekarat mereka

            makhluk-makhluk suarga ternyata

            sama saja konyolnya dengan coro-coro hale manoa

            minta ampun

            aku mau muntah

            ho-oiiik!

 

            i lay high in a somnambulistic dream

            demam coro yang malang kepukul wishful thinking

            tentang dunia cantik yang barangkali, mungkin,

            -- bahkan hampir saja bisa diciptakan

aku menatap bengong bagaimana para indonesian sholar itu

makan pizza yang besar, wangi, hangat, apalagi bundar

minum bir sambil main saling puji:

     --    wah. kalau mas kayam sih… (jempol!)

     --    rak. rak. yen kowe pujonggo tenang… (c’est magnifique)

     --    a. a!

 

kakekane!

tak layakkah aku muntah cuma karena aku coro?

(aku rela saja mati

asal kudapat hakku untuk jijik

tak ada lagi alasan bagiku untuk hidup

sudah kusaksikan semesta

kucoba resapkan bagaimana demokratiknya para so called intellectuals)

 

tiba-tiba

the band stings my ears

                        musik yang kusuka

                                    lagu cowboy yang biasa dinyanyikan

                                    saviour

                                    --    ku selagi ia menggembala dari atas closetnya:

                                    --    i’ll fuck a woman

                                          i’ll fuck a woman

                                          i’ll fuck a woman!

 

aku loncat ke meja

--    sorry darmanto

      aku sangat lapar

darmanto tersenyum

barangkali ia senang sungut antenaku, atau sayap mosaikku,

atau mata intanku atau barangkali kepalaku yang terlalu kecil

dibanding badanku

 

--    silahkan! katanya

--    waw! you are really the democrat sir.

 

                                                --    fantastik!

                                                      coro sama derajat dengan manusia

                                                      keliling meja makan pizza

 

                        --    hmm, ck ck ck. nice

                              hmm. ck. ck. ck. great

                              waw what a darmanto!    

 

tapi tiba-tiba

seperti cendawan bom atom

tangan umar kayam yang besar mengembang di atasku

--    oh. no. don’t!

aku mencoba meloncat

tapi ideku memaksaku tetap duduk

            menjadi martir!

            membuktikan mungkinnya demokrasi!

            menentang apa yang mereka bilang kodratku –

            dengan kemauan!

            kurang ajar!

 

-----------------

ah. darmanto

sebentar lagi aku mampus

goodbye mein herr

goodbye

auf wieder sehen

aloha!




=DARMANTO JATMAN=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar