Rabu, 19 Agustus 2015

HUJAN DATANG karya : Dedisyah

Hujan datang,

daun-daun trembesi melayang.

Hujan datang,

membasuh jiwaku telanjang.

 

Orang-orang tua,

menjaring jejak-jejak masa muda.

Wajah merayap tegang,

hati gatal oleh buluh ilalang.

Hari itu,

aku lihat wajahmu

muncul dari balik asap tembakau.

Perlahan menjauh dan menjauh,

mengabur lalu jauh,

melesap,

meruap lenyap.

Njelma gagak hitam,

meloncat ke dalam kereta senja,

menempuh Solo ketika malam.

Dan aku memandang saja.

Hanya memandang saja

 

Duhai,

tak tahukah kamu,

suara kesedihan hatiku

adalah suara serangga ketika malam tiba?

Aku ngumpet di Yogyakarta

berusaha melupakanmu.

Namun terus saja wajahmu

memburu dan memburu.

Kupacu tuju,

dalam aral waktu,

melimpah dosa dalam saku,

namun begitu mudah terpikat

dalam satu pertemuan singkat.

 

Hujan datang

wajahmu dan wajahku melayang.

Hujan datang,

sukmamu dan sukmaku telanjang,

lenyap dalam udara fana



 

Salemba Tengah, Januari 2006

=DEDISYAH=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar