dari puncak Singah Mata
memandang ke bawah
ke lembah pagi
ke liku-liku senyap
dari puncak Singah Mata
menyaksikan awan
berguguran
berkas-berkas caya
turun ke rimbun pohon
burung-burung
hinggap dan terbang
kijang-kijang berkejaran
di panas bertelau
pekik dan ciap
meriangi siang hari
panorama abadi
mengusir keresahan
dari puncak Singah Mata
memandang ke gunung di depan
di sampingnya jalan meliku
tadi pagi kita lalui
tanpa engah
tiap jengkal tanahnya
mengandung perih
darah dan keringat
riwayat derita
di bawah sangkur penjajah
=L. K. ARA=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar