Minggu, 02 Agustus 2015

DOA UNTUK ANAK CUCU karya : W. S. Rendra

Bismillaahir rahmaanir rahiim

 

Ya, Allah.

Di dalam masa yang sulit ini,

di dalam ketenangan

yang beku dan tegang,

di dalam kejenuhan

yang bisa meledak menjadi keedanan,

aku merasa ada muslihat

yang tak jelas juntrungannya.

Ya, Allah.

Aku bersujud kepada-Mu.

Lindungilah anak cucuku.

 

Lindungilah mereka

dari kesabaran

yang menjelma menjadi kelesuan,

dari rasa tak berdaya

yang kehilangan cita-cita.

 

Ya, Allah.

Demi ketegasan mengambil risiko

ada bangsa yang di-mesin-kan

atau di-zombie-kan.

Ada juga yang di-fosil-kan

atau di-antik-kan.

Uang kertas menjadi topi

bagi kepala yang berisi jerami.

Reaktor nuklir menjadi tempat ibadah

di mana bersujud kepala-kepala hampa

yang disumpal bantal tua.

Kemakmuran lebih dihargai

dari kesejahteraan.

Dan kekuasaan

menggantikan kebenaran.

Ya, Allah.

Lindungilah anak cucuku.

 

Lindungilah mereka

dari berhala janji-janji,

dari hiburan yang dikeramatkan,

dari iklan yang dimythoskan,

dan dari sikap mata gelap

yang diserap tulang kosong.

 

Ya, Allah.

Seorang anak muda

bertanya kepada temannya:

“Ke mana kita pergi?”

Dan temannya menjawab:
“Ke mana saja.

Asal jangan berpikir untuk pulang.”

Daging tidak punya tulang

untuk bertaut.

Angin bertiup

menerbangkan catatan alamat.

Dan rambu-rambu di jalan

sudah dirusak orang.

Ya, Allah.

Lindungilah anak cucuku.

 

Lindungilah mereka

dari kejahatan lelucon

tentang Chernobyl dan Hirosima,

dari heroin

yang diserap lewat ciuman,

dari iktikad buruk

yang dibungkus kertas kado,

dan dari ancaman tanpa makna.

 

Ya, Allah.

Kami dengan cemas menunggu

kedatangan burung dara

yang membawa ranting zaitun.

Di kaki bianglala

Leluhur kami bersujud dan berdoa.

Isinya persis seperti doaku ini.

Lindungilah anak cucuku.

Lindungilah daya hidup mereka.

Lindungilah daya cipta mereka.

Ya, Allah, satu-satunya Tuhan kami.

Sumber dari hidup kami ini.

Kuasa Yang Tanpa Tandingan.

Tak ada samanya

di seluruh semesta raya.

Allah! Allah! Allah! Allah!

 



Bojong Gede, 18 Juli 1992 

=W. S. RENDRA=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar