Minggu, 02 Agustus 2015

ANGIN HUTAN CEMARA karya : L. K. Ara

angin hutan cemara

ditegur fajar

buru-buru bangkit

menyongsong petani

yang bergegas naik

ke lamping gunung

ke ladang luas

di mana harapan berkecambah hijau

semakin hijau

 

angin hutan cemara

siang-siang

mengantar harum bunga

ke tiap tangga

dengan kipasnya riuh

mengibas panah surya

yang terpacak di punggung pekerja

melegakan dada

untuk nyanyi-nyanyi kecil

diselang-seling ayunan cangkul

 

angin hutan cemara

sore hari

habis perjalanan jauh

walau lelah

masih sempat

melipur pengambil kayu

atau nelayan di sungai

dan pengembala di padang-padang hijau

meringankan langkah mereka

menuju rumah dan rumah tangga

 

angin hutan cemara

biasanya gemerisik

hanya sesekali menderu

tapi kian kalinya mengingatkan

enam puluh ribu hektar

cemara menderai

tak jemu-jemu menderai

minta diolah

namun tak pernah diacuhkan

walau dua puluh tahun lebih

kita merdeka

 

angin hutan cemara

ceramah namun ramah

menawarkan bagia

bagi tiap orang

yang ingin mencicipinya 




=L. K. ARA=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar