Menggores aksara
saat sumpah setia. Atas nama
adam dan hawa.
Kulit pohon palma ini
terbaca wajah zaman
pelepah daun yang luruh
harapan-harapan yang mengubur diri.
Kembali malam ini
aku dan bayangan di bawah bulan tua
melepas angan memburu wajahmu
yang pergi
tiada kembali lagi.
Doa berkendara kereta langit
Tuhan!
warnai hidupku selalu
pancarkan nur-Mu dalam hatiku
kelam berdebu
=DINULLAH RAYES=
(Puisi-puisi/Pertemuan Sastrawan 1974)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar