Di bawah seribu mawar
Bulan Juli yang terbakar
Dan langit musim panas
Matahari berganti-ganti
Ada bayangan daun gugur
Pada tingkap musim mencari
Serta kuntum-kuntum kapur
Dan kota yang semakin sunyi
Malam: Berapa jejak sudah di jalan itu
Dan gerimis yang pulang sendiri
Ketika lonceng dari gereja mati
Ketika pelabuhan dari pulau abadi
Kau berkata, tak ada stasiun
Sebelum kereta memencar
Kau berkata, tak ada daun
Sebelum pohon berakar
Di bawah seribu mawar
Bulan Juli yang terbakar
Dan langit musim panas
Matahari menyuling keras sekali
1974
=ABDUL HADI WIDJI MUTHARI=
=ABDUL HADI WIDJI MUTHARI=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar