Betapa sering di sore hari
kami berjumpa di pojok jalan ini
menyajikan senyum dia menghormat mesra sekali
sambil mengetam bunga-bunga: apa kabar sudara?
Kemudian kami jarang berjumpa
hidupku disibuki zaman yang sukar ini
tapi penggantinya tadi menuding arah ke sana
di bawah cemara kini kuburnya alangkah sunyi
=MANSUR SAMIN=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar