barangkali kau tak akan pernah benar-benar melihat
nyawa pada setiap kata yang menggerakkan tanganku
atau airmata pada setiap huruf yang menyusunnya
hujan, hujan adalah impian sekarang
yang selalu kudengar derainya dalam tidur
tapi rumput yang kita tanam itu masih kering
aku menyiraminya agar diriku terus hidup
dengan gemetar, berkeringat, seperti menunggu sebuah sajak
menyusup ke rahimku yang peragu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar