Senin, 17 Agustus 2015

TRANSKRIPSI QANA karya : Beni Setia

ada lubang di mana ranjang cinta
pernah ada. seharusnya tetap ada

udara, kau tahu? penuh debu
sisa serpihan dan tebaran
bubungan dari segala yang runtuh

barbeque party di halaman dalam
di tengah musim. di sini, kini:
tak ada musik. tak ada riuh suara anak-anak

hanya sirine. gerak sigap tanpa suara
di antara ogah menangis dan mengeluh

kami bisu. kebencian muncul dari
aroma darah. silsilah bom + roket menjalar




=BENI SETIA=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar