Senin, 03 Agustus 2015

TENTANG SEORANG PENJAGA KUBUR YANG MATI karya : Sapardi Djoko Damono

bumi tak pernah membeda-bedakan, seperti ibu yang baik,

diterimanya kembali anak-anaknya yang terkucil dan

membusuk, seperti halnya bangkai binatang, pada

suatu hari seorang raja, atau jenderal, atau pedagang,

atau klerek – sama saja.

 

dan kalau hari ini si penjaga kubur, tak ada bedanya. ia

seorang tua yang rajin membersihkan rumputan,

menyapu nisan, mengumpulkan bangkai bunga dan

daunan; dan bumi pun akan menerimanya seperti ia

telah menerima seorang laknat, atau pendeta, atau

seorang yang acuh-tak-acuh kepada bumi, dirinya.

 

toh akhirnya semua membusuk dan lenyap, yang mati tanpa

genderang, si penjaga kubur ini, pernah berpikir:

apakah balasan bagi jasaku kepada bumi yang telah

kupelihara dengan baik; barangkali sebuah sorga atau

ampunan bagi dusta-dusta masa mudanya. tapi sorga

belum pernah terkubur dalam tanah.

 

dan bumi tak pernah membeda-bedakan, tak pernah

mencinta atau membenci; bumi adalah pelukan yang

dingin, tak pernah menolak atau menanti, tak akan

pernah membuat janji dengan langit.

 

lelaki tua yang rajin itu mati hari ini; sayang bahwa ia tak

bisa menjaga kuburnya sendiri.

 



1964

 

=SAPARDI DJOKO DAMONO=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar