Kamis, 06 Agustus 2015

SAJAK UNTUK SEBUAH JALAN karya : Aslan Abidin

akan ada saatnya, kami turun ke jalan.

menorehkan luka di tembok-tembok, menjeritkan

ketakutan-ketakutan ke langit, atau mungkin

sekadar memukuli tiang-tiang listrik.

 

mungkin akan ada saatnya kita bersama turun

ke jalan. melihat perempuan-perempuan

yang menjinakkan nasib buas dengan mengangkangkan

kedua paha.

 

melihat lelaki-lelaki

kurus pulang tengah malam sambil menendangi

kaleng-kaleng kosong -- sementara istri-istri mereka di

rumah, dengan bajunya yang longgar, terisak menyusui

harapannya.

 

mungkin akan ada saatnya

kita bersama turun ke jalan. bukankah cinta

kasih dapat membuat kita lebih dekat, meski

kita dipenjara tembok-tembok? lihatlah, di jalan ini

aku begitu takut lelah mengibar bendera,

aku begitu cemas jenuh berteriak merdeka.

 

semoga akan ada saatnya kita bersama turun ke jalan.

mendengar percakapan seorang penyair dengan

seorang bocah yang menggambar di pasir:

 

"siapa yang kau gambar, dik?"

"aku menggambar ayah."

"tapi mengapa bertanduk dan berkaki empat?"

"entahlah, aku memang tak pernah melihatnya."

 

lalu si bocah kembali bermain:

berlari mengejar debu.



 

makassar 1993

=ASLAN ABIDIN=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar