Selasa, 18 Agustus 2015

SAHIBULHIKAYAT DI NEGERI MANTANG ARANG karya : Dian Hartati

perkenalkanlah tuan puan, sahibulhikayat

sedang bertandang ke negeri mantang arang

di negeri itu ia terperangah

mendapati pesisir yang ramai

lalu bersadai, menjelingkan mata

 

sahibulhikayat menegaskan pendengaran

menajamkan mata di remang malam

sebidang tikar dihampar

di hadapannya, seorang bomoh menyulut mantra

ritual buka tanah dimulai

meminta izin para leluhur

salam pembuka,

secawan air menemani ruparupa sesaji nan sahih

 

lorong masa lalu terkuak

bersama rampak para panjak

madah melayu menggelora bersambut gedombak,

serta serunai menyayat hati

 

alam ditingkah musik makyong

yang setakat di antara ketertegunan

perhatikan tuan puan

sahibulhikayat beralih peran

 

memakai topeng menaiki pentas

menyanyikan lagu menghadap rebab

betabik sebagai tanda pembuka

 

alkisah, putri nak kandang, permaisuri raja peran

situn sedang mengidam

permaisuri negeri seraja kerajaan dang balai

inginkan daging rusa putih

rusa putih bunting sulung, sulung ayah, sulung

bunda

sulung segenap hutan carang rimba*

 

sahibulhikayat berperan ganda

sebagai awang pengasuh, putri, dan wak perambun

kadang menjadi panjak ataupun canggai

tersebab gerusan waktu telah melupa opera zaman

anak muda menjauh dari akarnya

 

wak perambun menerima titah raja

mencari daging rusa putih

ditemani anak panah mercu dewa, susuri hutan

selama hati bertujuh

wak perambun tak menemu rusa, hanya pandang

seorang putri dalam hutan

putri bernama nang nora, putri sindang bulang

yang ketujuh

kata sepakat terucap, berdua menghadap raja

bercerita bahwa tak ada daging rusa putih di dunia*

 

sahibulhikayat mendengar lengking serunai

terlepas dari kantuk merapikan segala ingatan

tentang roh melayu di bumi sagantang lada

 

perhatikan tuan puan,

mata sahibulhikayat menjerang kalam

bersempalan dengan tarian

mencecah bibir bomoh yang melecutkan jampijampi

tutup panggung

 

tuan puan, lihatlah gelagat sahibulhikayat

ia bangkit menjauhi kerumunan

meninggalkan bunyibunyi pesisir

melanjutkan perjalanan hingga ke daek dan lingga

bermuhibah ke negeri serumpun

membawa kelampauan melayu

 



SudutBumi, Oktober 2007

=DIAN HARTATI= 

* Kutipan cerita dari salah satu kisah Makyong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar