Minggu, 09 Agustus 2015

SAGAN-DONG karya : Cecep Syamsul Hari

 

Di depan stasiun Anguk, exit nomor satu

Aku menunggu

 

Aku ingin menyerahkan seluruh siangku

Pada hari Sabtu itu kepadamu

 

Kau terlambat setengah jam

Dari waktu yang kita berdua rencanakan

 

Dan aku yang biasanya benci menunggu

Mengalah pada tekanan kesabaranku.

 

Di depan stasiun anguk, exit nomor satu

Pada pukul sebelas tiga puluh

 

Kau muncul seperti seorang model

Dari sebuah edisi majalah musim panas.

 

“Maaf terlambat. Aku terlalu banyak minum.

Seusai latihan tadi malam,” katamu.

 

Kita pun berjalan menuju Les Trejours

Mencari sandwich dan sepotong roti.

 

“Aku yakin kau tak sempat sarapan.

Di kafe itu, hanya ada minuman ringan,” kataku.

 

Ketika sampai di Sagan-dong

Wajahmu terlihat cerah.

 

Berhadapan dengan istana Gyeongbok-gung

Sebuah kafe dibangun di bawah tanah

 

Trotoar panas dan menyala

Dan sepi sebuah pintu menunggu tamu.

 

Aku ingin menyerahkan seluruh siangku

Pada hari Sabtu itu kepadamu

 

Seperti kau menyerahkan dirimu

Pada peran yang akan kau mainkan

 

Di sebuah teater kecil di Hyewa

Dalam sebuah drama berbahasa Korea.

 

Dalam perjalanan pulang

Kita lewati mulut Insa-dong begitu saja.

 

Di sebuah sudut, sejumlah seniman jalanan

Menyebarkan aroma bawang dan shoju.

 

Jalan itu selalu mengingatkanku pada riuh

Malioboro, ketika malam tiba.

 

Di depan stasiun Anguk, exit nomor enam

Tentu, senja belum lagi tiba.

 

Ketika kau melambaikan tangan

Dan memberiku senyum perpisahan.

 

Telah kuserahkan seluruh siangku

Pada hari Sabtu itu kepadamu.



 

Seoul, 2006

=CECEP SYAMSUL HARI=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar