Selasa, 04 Agustus 2015

RONGGENG SUMBA karya : Umbu Landu Paranggi

I

Tambur tua, ditabuh dewa

menujum sunyiku, di mulut kemarau

sirih pinang tembakau, membaun angin cendana

duh sarungkan pedangmu, dendam budak biru

gulung rokok daun lontar, kumurkan mantra pengantar

api pediangan menanti, siraman darah lelaki

 

II

Gong gong purba, meningkah bertalu talu

duh restu dewata, menjaring bulan buangan

lima perawan saringan, menghambur dalam arena

terjurai melindas baying, kain dan selendang pilihan

tenunan datu, kayu dan batu

anyaman pelangi, menyambar nyambar dukaku

 

III

gemerincing giring-giring di kaki, mabuk berburu sorak sorai

bulu ayam di kepala meronta, surai kuda di jari melambai

melipat malam lupa berbusa, hai patah tambur buat rajamu

(hingga lepas urat-urat tangan), gong-gong nyaring dan tajamkan

(bahkan hingga putus napas tarian), mari…hanya kesepianku

panggang di bara cemar, sampai subuh berlinangan

embun, pijaran riap embun, yang meramu cintaku

 

IV

rawa rawa, paya paya, duka cintaku mengibas telaga senja

rawa rawa, paya paya, di punggung sunyi hariku busur cakrawala

rawa rawa, paya paya, baris cemara meriap gerimis nyawaku

rawa rawa, paya paya, pelaminan kemarau, nyanyi fana nyanyi baka

 



=UMBU LANDU PARANGGI=

Sumber : “Persada Studi Klub dan Sajak-sajak Presiden Malioboro” dalam Suara Pancaran Sastra : Himpunan Esai dan Kritik, Korrie Layun Rampan, Yayasan Arus Jakarta, 1984. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar