Senin, 17 Agustus 2015

REUNI karya : Dinullah Rayes

dalam ruang gelap senyap

siapa pula yang bersandar

pada dinding angin. menjilati cairan

gula enau. matahari terpelai dedaunan

tiada terhitung dengus nafas dalam

temaram. menyentuh rumpun bunga

rahasia saling pandang lalu berjalan

berbimbingan tangan angan. dari balik daun

pintu jelaga terdengar suara ketukan

pelan-pelan kemudian nyaring

lalu mendaki lereng malam dan tiba

pada titik puncak lalu menurun

ini sebuah irama hidup, katamu

tetapi mengapa kau tetap diam menunggu?

tak menyapa siapa. di sini suara bicara

dalam isyarat. di luar tak ada sosok misteri

menunggumu lagi. angin mengendap sepi menyergap

segalam melebur dalam gua gelap

berbaur bayang Maha Misteri. barisan roh

menunggu aba-aba akhir-Mu



 

(Simponi, 17-5-1987)

=DINULLAH RAYES=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar