di sinikah tepi bagimu, ketika segalanya berubah
abu. tinggal asap. kau tak mampu menyingkapkan tirai
tipis itu. debur laut makin jauh. melongokmu.
di sinikah tepi bagimu?
mulutmulut masih bercerita: apa arti kenangan bagi
benang yang tak rampung kaupintal? semua
menyisipkan bungabunga pada katakatanya. masih
kebohongan dan kepalsuan yang melepaskanmu.
di sinikah tepi bagimu, laut tak memberikan garam.
tapi matahari menyebarkan asing siang yang terik.
keringatkeringat pertentangan. tendangmenendang
kehidupan yang disyahkan. sebuah kota sebelum ajal.
di sinikah tepi bagimu?
sebuah stasiun bisu. gerbonggerbong jadi keranda.
bergerit dalam ngilu. kehitaman lokomotif dan dengus
: batuk dalam darah di dadamu! kehidupan inikah
tepi bagimu.
tilgram tak terbaca di mejaku. kadokado
belasungkawa tak pernah dikirimkan. duka sudah
habis. juga pada tokotokoswalayan. tinggal harapan
pada pantat lalat yang terpeleset kilau keangkuhan lelaki
di belakang loket.
menontonlah kita di kejauhan!
1992
=DOROTHEA ROSA HERLIANY=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar