Sabtu, 08 Agustus 2015

PARIS-LA-NUIT karya : Sitor Situmorang

Malaikatku, malaikatku

Turun menyelimuti senja

kebosanan

Menggeliat dalam beribu lampu

lusuh

Duka yang melapuk pada dinding hati

menjadi ragi

anggur nafsu

hingga darah bening

dan berlagu

 

Malaikatku, malaikatku

Dari asap pembiusan iseng

Menguap ia di malam tipis

Melepas dari kelabu rumah-rumah kota mati

musim rontok

Warna musim mengalun dalam angin jatuh

berbisik: Anak dulu sudah jadi gadis.

Angin, menyapu daun serta meluluh

bayang ingin jalan,

Lincah menggigil dalam tangis.

 

Kabut iseng kotaku

Terbalut dalam duka perawan keputihan salju,

kala bangun: hanya malaikat tak kenal dosa

 

Malaikatku

terbalut tilam sutera malam dosa

pada hati binatang kota belantara.

Harimau piaraan di buah dada,

isengku mendendam pada genitmu,

Menatap dalam hutan malam candu

Khayal serigala ingin yang kulepas

berbiak dan meraung dalam mulut godamu

Memuntahkan benih keisengan baru

pada mulut yang mengutuk puas.

 

Tawa jahanam di buas bibirnya menyelinap

Malaikatku

Lalu jejak di ambang malam berderap

Tanda hari baru bangkit: telanjang subur

Dari jurang pelaminan kubur

Cahaya dari awan kelesuan mati:

 

di wajah paginya rambut terurai kubelai

 

Lalu bangun di tengah hari perutnya

Memuntahkan dan menjilat lagi benih keisenganku




=SITOR SITUMORANG=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar