(Pantun larahati Sitti Nurbaya)
1
Di sawah jangan memukat ikan
ikan bersarang dalam padi
Susah tak dapat dikatakan
ditanggung saja dalam hati
Gantungan dua tergantung
tergantung di atas peti
Ditanggung tidak tertanggung
sakit memutus rangkai hati
Buah pinang di dalam puan
tumpul kacip asah di batu
Tidakkah iba gerangan tuan
kepada adik yatim piatu?
Lubuk baik kuala dalam
pasir sepanjang muaranya
Buruk baik minta digenggam
badanlah banyak sengsaranya
Ikatkan mati pisang berjantung
hunus keris letakkan dia
Niat hati hendak bergantung
putus tali apakan daya
2
Dari Perak ke negeri Rum
berlayar lalu ke kuala
Jangan diharap untung yang belum
sudah tergenggam terlepas pula
Orang Pagai mencari lokan
kembanglah bunga serikaya
Aku sebagai anak ikan
kering pasang apakan daya
Singapura kersik berderai
tempat ketam lari berlari
Air mata jatuh berderai
sedihkan untung badan sendiri
Berbunyi kerbau Rangkas Betung
berbunyi memanggil kawan
Menangis aku menyadar untung
untungku jauh dari awan
Berlayar dari Teluk Betung
anak Bogor mencari tiram
Apa kuharap kepada untung
perahu bocor menanti karam
Tikar pandan dua berlapis
dilipat digulung anak Bangka
Sesal di badan tidak habis
karena untung yang celaka
=MARAH RUSLI=
(dalam bab IX. Samsul Bahri pulang ke Padang)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar