Minggu, 09 Agustus 2015

PANTUN DI SAWAH JANGAN MEMUKAT IKAN karya : Marah Rusli

(Pantun larahati Sitti Nurbaya)

 

1

 

Di sawah jangan memukat ikan

ikan bersarang dalam padi

Susah tak dapat dikatakan

ditanggung saja dalam hati

 

Gantungan dua tergantung

tergantung di atas peti

Ditanggung tidak tertanggung

sakit memutus rangkai hati

 

Buah pinang di dalam puan

tumpul kacip asah di batu

Tidakkah iba gerangan tuan

kepada adik yatim piatu?

 

Lubuk baik kuala dalam

pasir sepanjang muaranya

Buruk baik minta digenggam

badanlah banyak sengsaranya

 

Ikatkan mati pisang berjantung

hunus keris letakkan dia

Niat hati hendak bergantung

putus tali apakan daya

 

2

 

Dari Perak ke negeri Rum

berlayar lalu ke kuala

Jangan diharap untung yang belum

sudah tergenggam terlepas pula

 

Orang Pagai mencari lokan

kembanglah bunga serikaya

Aku sebagai anak ikan

kering pasang apakan daya

 

Singapura kersik berderai

tempat ketam lari berlari

Air mata jatuh berderai

sedihkan untung badan sendiri

 

Berbunyi kerbau Rangkas Betung

berbunyi memanggil kawan

Menangis aku menyadar untung

untungku jauh dari awan

 

Berlayar dari Teluk Betung

anak Bogor mencari tiram

Apa kuharap kepada untung

perahu bocor menanti karam

 

Tikar pandan dua berlapis

dilipat digulung anak Bangka

Sesal di badan tidak habis

karena untung yang celaka




=MARAH RUSLI=

(dalam bab IX. Samsul Bahri pulang ke Padang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar