Selasa, 04 Agustus 2015

PALESTINA, BAGAIMANA AKU MELUPAKANMU karya : Taufik Ismail

Ketika anak-anak kecil di Gaza belasan tahun  bilangan umur mereka,

menjawab laras baja dengan timpukan batu cuma, lalu dipatahi

pergelangan tangan dan lengannya, siapakah yang tak menjerit serasa

anak-anak kami Indonesia jua yang dizalimi mereka – tapi saksikan

tulang muda mereka yang patah akan bertaut dan mengulurkan

rantai amat panjangnya, pembelit leher lawan mereka, penyeret

tubuh si zalim ke neraka.

 

Ketika kusimak puisi-puisi Fadwa Tuqan, Samir Al-Qassem, Harun Hashim

Rashid, Jabra Ibrahim Jabra, Nizar Qabbani dan seterusnya yang

dibacakan di Pusat Kesenian Jakarta, jantung kami semua berdegup

dua kali lebih gencar lalu tersayat oleh sembilu bambu deritamu,

darah kamipun memancar ke atas lalu meneteskan guratan kaligrafi

 

‘Allahu Akbar!’

dan

‘Bebaskan Palestina!’

 

Ketika pabrik tak bernama 1000 ton sepekan memproduksi dusta,

menebarkannya ke media cetak dan elektronika, mengoyaki

tenda-tenda pengungsi di padang pasir belantara,

membangkangi resolusi-resolusi majelis terhormat di dunia,

membantai di Shabra dan Shatila, mengintai Yasser Arafat,

Ahmad Yassin dan semua pejuang negeri anda, aku pun

berseru pada khatib dan imam shalat Jum’at sedunia: doakan

kolektif dengan kuat seluruh dan setiap pejuang yang

menapak jalanNya, yang ditembaki dan kini dalam penjara,

lalu dengan kukuh kita bacalah

 

‘la quwwatta illa bi-Llah!’

 

Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu

Tanahku jauh, bila diukur kilometernya, beribu-ribu

Tapi azan Masjidil Aqsha yang merdu

Serasa terngiang-ngian di telingaku.



 

1989

=TAUFIK ISMAIL=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar