Senin, 17 Agustus 2015

OUT OF DREAM karya : Beni Setia

di antara punya uang dan punya
utang terhampar padang impian:
pengharapan empat varian angka
dari empat belas kali pacuan kuda

menjelang subuh terbayang
di kabut pagi, tengah hari
terpampang: ”yang sejati itu dari gua,
pohon krowak atau pelupuk mimpi?”

”mana yang mungkin?” katamu. primbon
dan empat belas tafsir impen menyatakan:
mesjid itu pertanda kemakmuran. aula bagi
jama’ah yang senantiasa kenyang sendawa

petang hari aku melihat kamu pasang
jerat di cabang lurus pohon durian,
di surut matahari kamu menenggak portas
: menantang kereta tanpa talqin dan takbir

[katamu, ”sajak ini ditulis saat utang menggila
dan di luar: debt collector geram menunggu”]




1988/2008
=BENI SETIA=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar