tibatiba kau menjemputku dalam perjalanan pulang
ketika sore berubah mendung
dan jalanan hanya menyisakan
bayangan pohonpohon cemara
langkahku masih saja tersaruk
mendapati mimpi yang jadi nyata
kau dan rupamu menjelma sore itu
jadi hujan yang dikirim tuhan
mendatangi aku yang selalu berjalan sendiri di setiap sore
kau membawa angin imaji
yang luruhkan semua rinduku
bagi lelaki yang selalu datang dan pergi
kau hadir dengan ribuan cerita
tentang anakanak hujan yang membasahi tubuhku
gigil sore yang menghangatkan
lalu kita berjalan bersama
bercerita tentang perjalanan air
muaramuara tempat singgah
dan ceruk rahasia yang telah kita buat
kau lelaki hujan
datang memberikan warna di hatiku
setelah abadabad muram
tanpa gemuruh
dan menyisakan kenangan biru yang ranum
datang menjelma hujan di soreku yang sibuk
SudutBumi, 23 November 2007
=DIAN HARTATI=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar