BAGAIMANA menyusun kau, aku dan langit
dengan pendar selembut satin
dan balon percakapan yang penuh jerit?
– di meja gambar: potret pengantin –
Sketsa robek, bergumpal kertas
pensilku patah, tinta hitamku tumpah
“aku harus belajar lagi membuat garis,
aku harus melupakan komik yang lirih.”
– Gambar saja close up malam, ujarmu
gambar saja arsir-arsir kelam –
aku pun mencelup kuas ke hitam matamu
tunggu, sayang, jangan dulu terpejam.
=HASAN ASPAHANI=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar