Ke sana saja duduk, katanya pelahan
kamar, tilam seakan baru didandan
di pojok kembang delima, kaca dan dolanan segar
rumah dan santunnya memikat kawan di mana-mana
melupakan resah melepaskan duka gelisah
kadang semua dipasrahkan memenuhi malam
seolah kami berdua keluarga rukun di dunia
Kala gerimis mengamatinya di Pasarmanis
kunyalakan pelita: sandal, piring dan gauntua
seperti ada ia di sini memanggil darahku lagi
tapi dari kabar polisi terlambat sudah
Rukayah dilanggar mobil tadi pagi ke rumah sakit pusat
karena tiada pamili dimakamkan di tanah wakaf
Mendatangi desa di rimba wilayah selatan kukira
dari pusaka: ladang, risalah sederhana
bekas lurah menggundikinya tak tahu ke mana
di suratnya di bawah tikar yang lunyah
murid madrasah, anak wedana, anggota palangmerah
betapa mudahnya ia hadapi hidup serba warna
datang dan pergi menentukan jalan yang dipilih
Kini pun gerimis
di makamnya kembang delima telah berbunga
dan di balik hari
hidupku kluyuran larut berakhir entah di mana
=MANSUR SAMIN=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar