Sabtu, 08 Agustus 2015

KEMISKINAN II karya : Arini Hidajati

Aku adalah perempuan miskin, yang lahir dari rakyat

kecil, dan dilahirkan oleh sejarah yang miskin.

Aku  lahir diantara ribuan mereka yang lahir, di bale-bale

yang keras, di dalam gubug yang berlobang,

disebabkan oleh ayahku yang papa, yang suatu malam

mendatangi ke peluk perempuan ibuku yang miskin.

 

Aku tumbuh di tengah-tengah mereka yang makan

dari belas kasih matahari dan minum dari air hujan.

Aku tumbuh di tengah-tengah ladang yang kering dan

tandus yang andalkan tanah sempit tegalan bersama-

sama tengadahkan tangan rindukan hujan, membasahi

rumput-rumput dan tenggorokan.

Aku hidup dalam  akar yang gersang, kutanami dan kutuai buah-buah

kesengsaraan dan penderitaan.

Aku tumbuh menjadi  tetesan embun yang tak berarti, yang hidup dalam

ketakutan akan gunjangan angin, atau gerak dedaunan.

 

Aku hidup bersama perjalanan hari-hari

dan berputarnya bumi, dalam kemiskinan yang

semakin mengoyaklaparkan tubuhku yang dahaga.

Tapi dalam kemiskinan, aku hanya ingin bicara cinta,

karena ialah rahasia penyelamatan jiwaku, dan

mengayakan diriku dalam kasihNya, menggapai lewat

doa, mencapai kesejatian pengabdian, harap bisa

menikmati wajahNya.

 



Yogyakarta, Februari 1998

=ARINI HIJATI=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar