dia akan menyusur kembali
batu-batu tajam
jalan kecil menjauhi rumah
melihat laut pada langit
mendengar kata-kata cinta dari bibir angin
di setiap kelokan dan kejatuhan
tapi cinta apakah ini
yang telah melukai
dan mencuri kesenangan dari rasa sakit?
dadanya berdarah
tapi hatinya tidak
matanya penuh igauan;
mengembara bagai musik
yang memberi gangguan berbeda
kepada setiap telinga
siapa yang sungguh mendengar
dan akan datang menjemputnya
dan mengatakan:
“semua cuma mimpi
tapi ada artinya”
dan bukan sebaliknya?
langit makin gelap
bintang-bintang bagai lampu-lampu kapal
dan bulan itu adalah dirinya
yang pada kelokan dan kejatuhan ke sekian
yang pada bisikan angin dan kucuran darah ke sekian
telah tak takut menjadi siapa saja
bahkan menjadi dina
seperti tak seorang lain pun bisa
=DINA OCTAVIANI=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar