kepada: arifin c. noer
gerimis jatuh
kaudengar suara di pintu
bayang-bayang angin berdiri di depanmu
tak usah kauucapkan apa-apa;
seribu kata menjelma malam,
tak ada yang di sana
tak usah; kata membeku,
detik meruncing di ujung
Sepi itu menggelincir jatuh
waktu kaututup pintu.
Belum teduh
=SAPARDI DJOKO DAMONO=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar