Malam berlukis gerimis
Menguntai senandung ricik tanah basah
Gelisah memagar rupa, mengarsir bayang dikisi sepi
Ada yang menggeliat di relung hati
Meski hening tak lekang menjajah hampa
Ada yang meronta liar di sudut jiwa
Walau beku tak hendak beranjak dari nadi
Hadirmu menderu laksana pasang
Mendera rasa kebalik pusaran hasrat membakar
Resah malam mendarat pada kanvas beku
Merayu jemari menari, melukis paras dalam kata
Membakar semua ruang kebekuan kebalik hangatnya rasa
Lalu kuhembuskan keindahan dirimu dengan garis angin deru
Memahkotai gumpalan mimpi dengan seribu aroma kesturi
Dan akan kupekikan pada bisu yang menjajah hari
Tentang dirimu yang kini mulai mengusik kebekuan nadi
=MERPATI=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar