Minggu, 09 Agustus 2015

DUKA KACA karya : Arahmaiani

Sayup gamelan mengantar legong

Desirkan nyanyian ketiadaan

Tentang masa kecil yang haru

Tentang ingat wajah nenek ketus

Tiap tarian kakek di puncak malam

Waktu aku berdiri di ambang bimbang

Pada mangkuk yang berjajar di bale

Mengusir dingin alas tanpa kasut

Muka beringas ngeri

Wajah itu kini tak pernah pergi

Di muka bertaring benci

Terornya melilit langkahku

Pada tiap lamunan

Melayangkan duka

Duka kayu mengkilat

Duka kursi rotan

Duka bilik gedek

Duka suplir mungil merunduk

Duka tegar kaca patri

Pada tiap detak kelengangan

Puluh tahun. Lalu

Tapi duka itu terpatri

Di kaca dan lampu rumahku



Bandung, 1983

=ARAHMAIANI=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar