Kamis, 13 Agustus 2015

DIE FANATIKER SIND MUDE karya : Arif Bagus Prasetyo

lahir dari api

seperti peri

ia tumbuh menjagai

mimpi

 

Mandi di keramat

Para danyang menabuh kendang.

Akar menyan, benih abu

Dingin. Tajam bagai tatapan

Pisau silet.

Dan orang-orang suci mendadak

mabok                         menggigil keras

tersungkur rebah ke tanah basah

minta bunga-bunga.

 

Pucuk gayam

Bulan tinggal sisik

 

Tapi masih tak mengerti. Tapi angin

makin dingin di sini dan kau tak mungkin lagi

berani memastikan:

Apa bencana segera reda

ataukah harus lunas segala duka

tersambar kilau liarnya!

 

Dendam kupu-kupu

Dupa

Langit yang hamil

Tua

 

“Bila aku nanti mati,

siapakah yang setia memercikkan air mawar ke penjuru

tubuhku beku?”

 

Kelahiran mengetuk pintu. Tapi

Tiada

 

Yang

Lebih

Pasti

 

Maka kaubayangkan orang-orang suci mulai menari

mendoakan awet umurmu agar kelak kau pun rindu

wangi air, gerak ikan yang tersentak tiba-tiba dan memekik lirih

saat kaumangsa

anak-turunnya.

 



1995


=ARIF BAGUS PRASETYO=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar