Aku tutup rapat pintu dan jendela
untuk tidak tahu lagi derita
dibawa angin dan cahaya.
Tapi kembang hitam dan awan hitam
terselip selalu di tali rebab menikam.
Dihitung pacar di jari,
di satu musim larat dinanti.
Tapi derita sepanjang cerita,
pacar yang tak bisa dihitung,
larat yang tumbuh sepanjang tahun.
Tangis dan air di kelopak mata,
kalau bukan untuk diriku,
diuntukkan buat pacarku.
=RAMADHAN K.H.=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar