Wahai roh yang melayang-layang
bersayap lamunan
lewati perkampungan sepi
sehabis hujan
gelap menggandeng dingin
getar-getar mendesak-desak permukaan nafas
dalam permenungan
mencari seutas tali
gema langkah suara
memijit langit menelusup ke sumsum tulang
kepakan terus melambai
menuju titik nadir
lalu…
yang ada cahaya
Ya Ca-ha-ya
Jakarta, 24 Februri 2002
=BUDHI SETYAWAN=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar