Aku duduk dalam kesunyian jiwaku
dan mencoba membunyikan lagu pada kecapi.
Ah, tiada suara yang keluar
dan aku menundukkan kepala, termenung akan tanah air
mengeluarkan lagu yang tidak menyambung waktu silam.
Adinda datang dan berkata dengan suara penuh duka,
“Mengapa Tuan termenung saja, tidak membunyikan lagu penghibur hati?
Sudah lama cantingku berhenti,
tidak sanggupmelukis tenunanku,
karena engkau tidak kudengar membunyikan kecapi.”
Aku mengangkat kepada
dan memandang dia dengan mata murung caya.
“Aduh, Adinda, hatiku lemah mendengar suara
yang tidak sepadan dengan kehijauan tanah airku.”
=SANUSI PANE=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar