Senin, 10 Agustus 2015

ALMAMATER karya : Taufik Ismail

Di depan gerbangmu tua pada hari ini

Kami menyilangkan tangan ke dada kiri

Tegak tengadah menatap bangunanmu

Genteng hitam dan dinding kusam. Berlumut waktu

Untuk kali penghabisan 

Marilah kita kenangkan tahun-tahun dahulu

Hari-hari kuliah di ruang fisika

Mengantuk pada pagi cericit burung gereja

Praktikum. Padang percobaan. Praktek daerah

Corong anastesi dan kilau skalpel di kamar bedah

Suara-suara menjalar sepanjang gang

Suara pasien yang pertama kali kujamah 

Di aula ini, aula yang semakin kecil

Kita beragitasi, berpesta dan berkencan

Melupakan sengitnya ujian, tekanan gurubesar

Melepaskannya pada hari-hari perpeloncoan

Pada filem dan musik yang murahan 

Ya, kita sesekali butuh juga konser yang baik

Drama Sophocles, Chekov atau ‘Jas Panjang Pesanan’

Memperdebatkan politik, Tuhan dan para negarawan

Tentang filsafat, perempuan serta peperangan

Bayang benua abad dahulu lewat abad yang kini 

Di manakah kau sekarang berdiri? Di abad ini

Dan bersyukurlah karena lewat gerbangmu tua

Kau telah dilantik jadi warga Republik Berpikir Bebas

Setelah bertahun diuji kesetiaan dan keberanianmu

Dalam berpikir dan menyatakan kebebasan suara hati

Berpijak di tanah air nusantara

Dan menggarap tahun-tahun kemerdekaan

Dengan penuh kecintaan

 

Dan kami bersyukur pada Tuhan

Yang telah melebarkan gerbang tua ini

Dan kami bersyukur pada ibu bapa

Yang sepanjang malam

Selalu berdoa tulus dan terbungkuk membiayai kami

Dorongan kekasih sepenuh hati

Dan kami berhutang pada manusia

Yang telah menjadi guru-guru kami

Yang membayar pajak selama ini

Serta menjaga sepeda-sepeda kami

 

Pada hari ini di depan gerbangmu tua

Kami kenangkan cemara halamanmu dalam bau formalin

Mikroskop. Kamar obat. Perpustakaan

Gulungan layar di kampung nelayan

Nyanyi pohon-pohon perkebunan

Angin hijau di padang-padang peternakan

Deru kemarau di padang-padang penggembalaan

Dalam mimpi teknologi, kami kini dipanggil

Untuk menggarap tahun-tahun kemerdekaan

Dan mencintai manusianya

Mencintai kebebasannya. 



1963

=TAUFIK ISMAIL=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar