Senin, 03 Agustus 2015

ADA TIlGRAM TIBA SENJA karya : W. S. Rendra

(Ada tilgram tiba senja 

dari pusar kota yang gila 

disemat di dada bunda).

 

(BUNDA, LETIHKU TANDAS KE TULANG

ANAKDA KEMBALI PULANG).

 

Kapuk randu! Kapuk randu! 

Selembut tudung cendawan 

kuncup-kuncup di hatiku

pada mengembang bemerkahan.

 

Dulu ketika pamit mengembara 

kuberi ia kuda bapanya 

berwarna sawo muda 

cepat larinya

jauh perginya.

 

Dulu masanya rontok asam jawa 

untuk apa kurontokkan air mata? 

cepat larinya

jauh perginya.

 

Lelaki yang kuat biarlah menuruti darahnya

menghunjam ke rimba dan pusar kota.

 

Tinggal bunda di rumah menepuki dada 

melepas hari tua, melepas doa-doa 

cepat larinya

jauh perginya.

 

Elang yang gugur tergeletak 

elang yang gugur terebah 

satu harapku pada anak

ingat 'kan pulang 'pabila lelah.

 

Kecilnya dulu meremasi susuku 

kini letih pulang ke ibu 

hatiku tersedu

hatiku tersedu.

 

Bunga randu! Bunga randu! 

Anakku lanang kembali kupangku.

 

Darah, o, darah

ia pun lelah

dan mengerti artinya rumah.

 

Rumah mungil berjendela dua 

serta bunga di bendulnya 

bukankah itu mesra?

 

Ada podang pulang ke sarang, 

tembangnya panjang berulang-ulang 

- Pulang ya pulang, hai petualang!

 

Ketapang. Ketapang yang kembang 

berumpun di dekat perigi tua 

anakku datang, anakku pulang 

kembali kucium, kembali kuriba.

 



=W. S. RENDRA=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar