Rocinante
, Tukang cukur
dan padri dusun
mendengar alarm itu:
luka waktu,
pada ringkikmu,
jerit yang panjang,
dari sunyi sierra,
tiga jam nasib
sebelum ajal tiba.
Ada seseorang yang menengok ke luar
dan berbisik, “Padri,
kulihat rambut suri
yang rembyak gelap.”
Itu rambutmu, Rocinante,
seperti ilalang bukit
yang basah merah
karena darah.
Tapi katakan, apa sebenarnya
yang telah kukalahkan?
Bintang, batu karang, mimpi manusia,
atau kesedihan? Aku takut.
Maka jika esok aku mati,
dengan kaki tetap di sanggurdi,
bawa aku ke laut, Rocinante,
dari kegilaan ini.
2007
=GOENAWAN MOHAMMAD=
Nice post mampir yahh
BalasHapusmakasih sob....so pasti aku akan mampir ke tempatmu..
BalasHapus