Kamis, 09 Juli 2015

PERHITUNGAN HABIS TAHUN karya : Asrul Sani

 

Semalam aku telah bercinta pula,

Kepada engkau yang datang dengan kereta senja

Dan pulang berkereta pagi,

Serta aku ingat bagaimana aku pulang

Seperti pelancung larut yang puas dahaga.

Malam hujan,

Serta engkau menangis

Dan tanganku kaku, hanya hati masih berdebar

Dan namamu yang berdiam di bibirku

 

Mengapa,

Ah, ini ialah suatu rahasia

Dari pelaut lagi mencari pelabuhan-darurat

Sekali ada disambut oleh Suki dan Rani pada teluk terbuka.

 

Tetapi mengapa

Akan jadi rahsia, sedangkan pendeta-pendeta pun.

Terpaksa berhenti berdoa karena mata yang hidup

Dan gelak melepaskan kita dari

Kertas dan bisa tinta, serta sajak-sajak tua

Yang berlagu kesedihan.

 

Tidak perlu ini akhir kelampauan kita ramaikan

Seperti kebesaran Darius di atas rata

Dan besok akan mati.

Kita diamkan saja, seperti suatu janji

Antara engkau dan daku.

Nanti jika ada sedih kita berdekapan dada sendiri

Berapa lamalah sejarah kita baru selesai,

Seperti katamu, aku telah bengkok dan dada penuh racun.

 

Semuanya ini perhitungan lurus akhir-tahun

Bagi engkau yang suka baca syair.

Apa yang akan tiba tentu nanti kita sambut,

Serta kekecilan kita maki dengan persetan

Untuk suatu pertarungan yang luas.

Suruh waktu datang!

Nanti aku datang.

 

Engkau yang datang dengan kereta senja

Dan pergi dengan kereta pagi.

Ini hanya pengakuan sementara.

Apa yang akan terjadi besok hari

Bahkan rasul pun tiada tahu.

Carilah aku,

Carilah aku,

Aku ada di pelabuhan.

Sekali-sekali kita bertukar,

Dan engkau boleh pulang seperti pelancung larut lepas dahaga.

 



Bogor, 1949

=ASRUL SANI=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar