Selasa, 14 Juli 2015

DIKANTONGI OlEH TUHAN karya : Ir. Soekarno

 

Tatkala ibumu masih perawan

bapak masih perjaka

Lantas kita menjawab

“Yah, kami waktu itu dikantongi Tuhan

Dikantongi oleh Tuhan.”

 

Maka pada satu saat Tuhan ini

ingin meng-gumelar-kan kita ke dunia

Bagaimana caranya

apa diambil kantong Tuhan

Kemudian … dijatuhkan dari langit?

Tidak!

Tuhan lantas menjodohkan

Seorang pria dan seorang wanita

Tuhan yang menjodohkan

 

Saya tempo hari berkata

jodoh itu adalah hak Tuhan

Mati hak Tuhan

Jodoh hak Tuhan

Lahir hak Tuhan

Tuhan menjodohkan seorang pria dan seorang wanita

 

Pria dan wanita ini kataku

jadikan dapur dari Tuhan

Dapur untuk meng-gumelar-kan kita di dunia

 

Nah, kita diprocotkan tidak di langit

tidak di laut

tetapi di procotkan di tanah air ini

Yang dari tanah air inilah kita, saudara-saudara

dapat makanan

yang dari tanah air inilah

kita dapat minuman

yang dari tanah air inilah

kita menghirup hawanya yang segar

 

Pendek kata

tanah airlah tempat kita

dari masih bayi merah itu

tumbuh menjadi manusia yang dewasa sekarang

karena itu maka lantas aku mengambil konklusi

hai, manusia, cintailah Tuhan

yang dulu mengantongi engkau

Cintailah ibu-bapakmu

dapur yang dibuat Tuhan

untuk meng-gumelar-kan engkau

Cintailah tanah air yang di tempat itu

engkau dapat minum, makan dan lain sebagainya

 



=Ir. SOEKARNO=

(dari buku “Ilmu dan Perjuangan”, hlm. 111)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar