Selasa, 14 Juli 2015

SUDAH BER-IBU KEMBALI karya : Ir. Soekarno


 

Sudah lama bunga Indonesia

tiada mengeluarkan harumnya

semenjak sekar yang

terkemudian sudah menjadi layu

 

Tetapi sekarang bunga Indonesia

sudah kembang kembali

kembang ditimpa cahaya bulan persatuan indonesia

dalam bulan yang terang-benderang ini

berbaurlah segandi segala bunga-bungaan yang harum

dan menarik hati yang tahu akan harganya bunga

sebagai hiasan alam yang

diturunkan Tuhan Illahi

 

Kembangnya bunga ini

ialah bangunnya bangsa Indonesia

menurut langkah yang terkemudian sekali

didahului oleh bangunnya laki-laki Indonesia

beserta pemudanya

 

Langkah yang terkemudian

tetapi jejak yang pertama sekali

dalam sejarah Indonesia

dan permulaan zaman baru

 

Sudah lama Indonesia kehilangan ibu

sudah lama Indonesia kehilangan puterinya

tetapi berkat disinari cahaya persatuan Indonesia

bertemulah anak piatu dengan ibu

yang disangka sudah hilang

berjabat tanganlah dengan puteri yang

dikatakan sudah berpulang

 

Pertemuan anak piatu dengan ibu kandung

ialah saat yang semulia-mulianya

dalam sejarah anak piatu

yang ber-ibu kembali

 

Saat ini tiada dapat dilupakan

sedih dan suka

pedih dan pilu bercampur-baur

karena kenang-kenangan yang sudah berlalu

Dan oleh karena nasib baru yang akan dimulai

 

Baru sekarang Persatuan Indonesia ada romantiknya

Apa gunanya gamelan dalam pendopo kalau tidak dibunyikan

terletak saja jadi pemandangan

kaum keluarga turun-temurun

 

Gamelan Indonesia berbunyi kembali

berbunyi dalam pendopo Indonesia

dan melagukan persatuan Indonesia

pada waktu bulan purnama raya

penuh dengan bau bunga

dan kembang yang harum

Indonesia piatu sudah ber-ibu kembali

 



=Ir. SOEKARNO=

(dari buku “Di Bawah Bendera Revolusi I”, hlm. 107)

(nb. Pada baris 9, ada kata “segandi” : saya tak tahu apa arti kata itu, saya mencoba mereka-reka apakah ada kesalahan cetak, tapi tak juga ketemu, mungkin “segar di”)

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar