Jauh di atas kepulauan Crete, pesawat saya
menggerunjal, seperti sedang melewati jalanan
di kampungku yang penuh lobang dan batu-batu
Pilot pemandu hidup memberi peringatan tentang
cuaca amat buruk, hingga kami harus menegakkan
tempat duduk dan pasang sabuk, kemudian dianjurkan
untuk berdoa
Para penumpang langsung bermuka mendung, para suami
istri dan pasangan kekasih pada berpegangan tangan,
semua tiba-tiba ingat Tuhan dan tampil di hadapan-Nya
sebagai pengemis-pengemis yang malang
Supaya tidak mengganggu lingkungan saya pun menunduk
khusyu, sambil kupandangi jiwa saya yang tertawa lega
bagaikan menerima lotere
Terima kasih, terima kasih, Tuhan – katanya – Saya
tidak ingin menitipkan onggokan daging busuk ini
kepada siapa pun. Kalau Engkau berkenan, biarlah
sampah hina yang duduk cemas di kursi ini segera
saja sirna, agar saya pun merdeka!
Tapi tak lama kemudian jiwa saya itu pun ngambeg
karena segera ada pengumuman tentang yang disebut
keselamatan, dan daging-daging bau itu pun menarik
nafas lega, sambil bersiap turun, berjejal-jejal
memenuhi tong-tong sampah yang bertebaran di atas dunia
1984
=EMHA AINUN NADJIB=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar