Jumat, 24 Juli 2015

KABUT karya : Emha Ainun Nadjib

Selalu kaupanggil-panggil namaku

Aku mengangguk dan tersenyum kepadamu

Tapi sebenarnya kabutlah

Yang kaupanggil itu

 

Kauseret tubuhku, kaubawa ke perjalanan

Kau perkenalkan kepada setiap orang

Kabut pun menebal, diriku tersembunyikan

 

Tak kauingatkan sudah berapa topeng

Yang kautempelkan di wajahku?

Jadi engkau sendirilah ini, bukan aku

 

Tetangga, politik, dan persangkaan

Nafsu, idolatri, dan kepentingan

Mengepulkan debu, mengabuti sejatiku

 

Kita semua adalah Tuhan yang menyamar

Menyiksa diri dengan sejarah yang samar-samar

Kalau tak juga kautanggalkan topeng-topeng ini

Kepalsuan kita panggul sampai mati

 



=EMHA AINUN NADJIB=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar