Jumat, 24 Juli 2015

PESAWAT TERBANG karya : Emha Ainun Nadjib

Pertama kali naik pesawat terbang, saya ingin

            memasang iklan di koran nasional bahwa saya

            benar-benar sudah pernah naik burung ajaib

            yang dikagumi oleh seluruh kanak-kanak

            dan orang dewasa

 

Kali kedua pengin dishoot kamera betapa saya

            memasang seat-belt segampang menelan ludah

            kemudian dengan lincah menggoda stewardesses

 

Yang ketiga saya berpikir menelusuri dari modal siapa

            gerangan pesawat mewah ini dibikin, bagaimana

            modal itu diputar di meja perjudian

            ekonomi politik internasional, serta membayangkan

            siapa saja, yang bisa menikmatinya

 

Namun toh pada kali keempat saya masih saja sedikit

            mengagumi otak manusia penemu daya sihir

            burung-burung, meskipun kemudian bosan

            dan tidur kepala berat

 

Sehingga tatkala terbang kelima, keenam, ketujuh kali,

            di samping selalu disergap oleh ratusan

            pikiran murung: saya merasa pesawat terbang

            tak pernah membawa saya naik ke mana-mana

 

Ada kemungkinan para teknolog, teknokrat serta

para pemakai mereka, gagal melihat mana bawah

yang sebenarnya dan mana atas yang sesungguhnya

 



1984

=EMHA AINUN NADJIB= 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar