Selasa, 07 Juli 2015

AROMA MAUT karya : Hamid Jabbar



Berapakah jarak antara hidup dan mati, sayangku?

Barangkali satu denyut lepas, o satu denyut lepas

tepat di saat tak jelas batas-batas, sayangku:

Segalanya terhempas, o segalanya terhempas!

 

(Laut masih berombak, gelombangnya entah ke mana.

Angin masih berhembus, topannya entah ke mana.

Bumi masih beredar, getarnya sampai ke mana?

Semesta masih belantara, sunyi sendiri ke mana?)

 

Berapakah jarak antara hidup dan mati, sayangku?

Barangkali hilir-mudik di suatu titik

tumpang-tindih merintih dalam satu nadi, sayangku:

Sampai tetes embun pun selesai, tak menitik!

 

(Gelombang lain datang begitu lain.

Topan lain datang begitu lain.

Gelap lain datang begitu lain.

Sunyi lain begitu datang sendiri tak bisa lain!)

 



1977/1978

=HAMID JABBAR=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar