Selasa, 07 Juli 2015

KABA SIRAH karya : Hamid Jabbar


 

Inilah kaba nan terpendam dalam

ngarai. Inilah kaba nan hilang

di kabut Singgalang. Inilah kaba:

"sirah sirah sirah sirah!" Kata mengerang

dari tatapan nan tajam. Kata meloncat

dari bibir nan menderu deram mengucap:

"Allah Allah Allah Allah Allah ..."

Inilah kaba suatu nagari suatu saat didekap

"sirah sirah sirah sirah!" Suatu laknat!

 

Pada mulanya adalah ludah: pfuuuh!

Musafir jadi menggigil

terpatah sapa berwujud pinta:

"sedekahlah sedekahlah sedekahlah ..."

Dan gigil jadi ngilu nan menggelombang

naik: amarah. Menggelombang turun:

ah, apalah. Inilah keraguan sang peminta:

adakah ludah mengundang lidah memanjatkan doa

" O Nan Maha Pemurah, limpahkanlah

azab-Mu pada peludah!" ataukah

"O Nan Maha Pemaaf, ampunilah

sahabatku nan pongah!" Inilah cabang

jauh di dalam beradu erang beradu serang.

Maka Islamlah adanya: pasrah pada-Nya

Maka musafir pun memuara ke telaga merendam rasa

kemudian hilang mendebu cahaya di 'Arasy-Nya

 

Dan "sirah sirah sirah sirah sirah" pun mengerang

dari sahabat Allah nan menderu dendang malam dan siang

"Allah Allah Allah Allah Allah Allah!"

Orang-orang pun mengerinyitkan kening:

gerangan apa sirah apa igau apa sinting?

Lalu ada nan gelak ada nan mendecak

pun rusuh pun acuh pun aduh pun

anggapan terucapkan:

"kasihan, buya tua jadi kurang satu

sen satu keping satu harga satu senti!" Inilah

kebutaan nan menidurkan! Inilah igauan dari mimpi

nan menyedihkan! Inilah kasihan nan aduhai kasihan!

 

Begitulah "sirah sirah sirah sirah!" bukan tinggal kata

bukan tinggal igau bukan tinggal keping-keping nan sinting!

"Sirah sirah sirah sirah!" ada dalam nyata

ada dalam rumah mereka ada dalam pongah mereka

membakar membara mengabuhampakan makna

segala nan terpeluk nan tereguk!

 

Inilah kaba nan terjadi si suatu nagari

di bibir ngarai di kaki Singgalang. Inilah kaba

nan meloncat dari mulut ke mulut nan tinggal renta

"Sirah sirah sirah sirah sirah!" Suatu laknat!

 



1974

=HAMID JABBAR=

(Kaba Sirah = Kabar / berita / peristiwa Merah: mengenang "kebakaran" 1965)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar